Semarjawi dan Sudut Lain di Kota Lama Semarang

Bis tingkat dua di Kota Semarang ini bernama Semarjawi. Semarjawi ini sendiri merupakan singkatan dari Semarang jalan-jalan wisata, bis ini hadiah dari CSR Telkomsel yang merupakan bentuk kepedulian terhadap wisata di Kota Semarang.

Akhirnya, saya merasakan jalan-jalan naik bis Semarjawi, yee!!

Semarjawi_1[1]

Mulai dari Letjen Suprapto, nol km, melewati hotel Dibya Puri, daerah Tawang, Jalan Cendrawasih kemudian Gedongan.

Sedikit cerita nih guys, kalau Hotel Dibya Puri ini adalah hotel termewah dimasa Hidia Belanda  terletak di Jalan Bojong, yang sekarang namanya terkenal dengan sebutan Jalan Pemuda.

Setelah itu, bis Semarjawi melewati mall Paragon, kantor kereta api tertua di Indonesia yang biasa disebut Gedung Lawang Sewu. Pasti tau kan?? 😀

Nah di depan bangunan Lawang Sewu itu terdapat Tugu Muda.

Semarjawi_3[1]

Setelah dari Tugu Muda, bis Semarjawi kembali ke Kota Lama Semarang. Nah, disini saya mencari bangunan antimainstream. Kalau Gereja Blenduk, semua juga tau hehee.

Dikawasan ini terdapat Stasiun Djoernatan. Stasiun yang ada di tahun 1882 ini dulunya stasiun terbesar di Semarang yang lebih tua umurnya dibandingkan Stasiun Tawang dan ditahun 1900an stasiun ini telah hancur. Sekarang kawasannya menjadi kawasan bangunan biasa.

Bank Mandiri di Kota Lama yang dekat Gereja Blenduk dulunya bernama Netherland Handle Maatschappij merupakan perusahaan pelayaran.

Sebelah Bank Mandiri, terdapat Gedung Merah Putih dulunya bernama vandorp, karena cat gedungnya berwarna merah putih. Gedung ini dulunya merupakan tempat percetakan dan penerbitan.

 Ada satu keunikan lagi, di kawasan ini terdapat logo Kota Semarang terdahulu.

 Lambang Kota Semarang berbentuk Perisai dua bagian, Tugu Muda, Bintang sudut 5, Bambu Runcing dan Bukit Candi.

Isi lambang berjiwakan 3 prinsip :
1. Kekhususan/ ke Semarangan
2. Tradisi revolusioner Kota Semarang
3. Kepribadian Nasional

Makna Lambang
Tugu Muda
Mencerminkan sikap patriotisme
Warga Kota Semarang saat melawan
bala tentara Jepang dalam ” Pertempuran Lima Hari “

Bukit/ Candi.
Melambangkan bahwa selain dataran rendah , Semarang juga memiliki dataran tinggi.
Air dan Dinding Benteng
Melambangkan pelabuhan Semarang

Perisai
Melambangkan Pertahanan dan Kekuatan kepribadian rakyat kota Semarang

Padi dan Kapas
Melambangkan Semarang murah sandang dan pangan terutama di masa depan

Ikan
Melambangkan Semarang sejak dahulu terkenal dengan ikannya.

Logo ini bersembunyi dibalik uniknya bangunan-bangunan Kota Lama Semarang

Baru pernah dengar kan, logo itu ?

Itulah sisi lain di Kota Lama Semarang, berani ambil sisi lain lagi ?

Datang aja ke Kota Semarang :p

8 pemikiran pada “Semarjawi dan Sudut Lain di Kota Lama Semarang

  1. baru tahu arti lambang kota Semarang kayak gitu. ternyata banyak yaaaa….
    banyak yang bisa diulik dan dikembangkan dari kota ini. suka banget di sini karena rapi dan teratur..

    • iya mbk indri, itu logo Semarang jaman dulu, mungkin masyarakat asli Semarang juga belum tentu tau. Tempatnya tersembunyi dan bangunan gedungnya sudah tidak terawat. Masih belajar banyak bikin blog dengan apik dan rapi hehehe

  2. menarik sekali bus pariwisatanya. semakin banyak bus sejenis di beberapa kota. kalau boleh tahu bagaimana cara mengikuti perjanan dengan bus ini ex: jadwal, tempat naik dan turun, lalu biaya jika ada. matur nuwun

    • Jadwalnya dari jam 8pagi smpe jam 8 malam ada kak, untuk tempat kumpulnya di taman srigunting Kota Lama Semarang. Tiketnya 10ribu hari biasa, weekend 15ribu.. informasi lebih lengkap ada di situs hehee..
      main2 naik semarjawi kak klo di Semarang

Tinggalkan komentar