Mubeng Jogja Sak Mumet’e di Fun City Exploring Gathnas III BPI

Akhirnya kembali lagi ke Semarang. Rasanya masih sedikit lelah selepas mengikuti Gathering Nasional (Gathnas) III Backpacker Indonesia (BPI) di Yogyakarta, tanggal 23 โ€“ 24 Mei 2015 kemarin. Ah, tapi rasa lelahnya nggak seberapa karena terbayar oleh banyaknya pengalaman seru selama di sana. Salah satu yang seru dan menarik adalah saat fun city exploring di hari pertama Gathnas.

Setelah sebelumnya pada 2013 Gathnas I di Ranu Kumbolo, dan menyusul 2014 Gathnas II di Bandung, tahun 2015 ini giliran Yogyakarta yang menjadi tuan rumah Gathnas III BPI. Mengusung tema Mujo Slamet = Mubeng Jogja Sak Mumetโ€™e (Keliling Jogja Sampai Pusing), alhasil di hari pertama Gathnas, agendanya adalah fun city exploring.

A1[1]Dengan dibekali handbook wisata, peta, dan uang secukupnya oleh panitia untuk mubeng Jogja, peserta harus menyelesaikan beberapa tantangan di pos yang terletak di lokasi yang berbeda-beda. Cara mencapai tiap lokasi pun harus dilakukan ala-ala backpacker gitu. Serulah.

Para peserta yang mencapai kurang lebih 200 orang, dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap anggota kelompok berasal dari regional yang berbeda. Nggak ada istilah malu-maluan, kesempatan bagus untuk saling mengenal anggota backpacker dari regional yang berbeda. Saya yang masuk di kelompok 9, mendapat teman seperjalanan untuk fun city exploring yang juga fun dari regional Surabaya, yaitu Hendrik. Sebenarnya masih ada satu orang lagi, sayangnya sedang berhalangan hadir. Nggak apalah, berdua tetap seru kok.

Tepat pukul 09.00 WIB, saya dan Hendrik langsung cusss dari Pakualaman menuju pos 1 yang terletak di Tugu Jogja. Dari Pakulaman, kami naik Trans Jogja jalur 4A, kemudian turun di shelter Kridosono untuk transit oper naik Trans Jogja jalur 3A menuju Tugu. Untuk sampai di Tugu, kami cukup membayar Rp 7.200,- loh.

Sesampainya di pos 1 Tugu, kami diberi kesempatan oleh panitia untuk memilih pertanyaan. Pertanyaan yang kami dapat adalah โ€œsiapakah orang terkuat di bumi? Cari nama jalan di sekitar Tugu, kemudian selfie.โ€ Tidak perlu waktu lama, kami sudah menemukan jawabannya dan langsung selfie di sana. Ini nih jawabannya, hehee…

A5[1]Selesai di pos 1, kami langsung menuju pos 2 di Kraton Jogja. Jaraknya lumayan loh kalau jalan kaki. Akhirnya ide ala backpacker pun dipakai, cari tumpangan ๐Ÿ˜€ Untungnya ada pengendara mobil yang bersedia kami tumpangi sampai di malioboro. Dari malioboro, kami lanjut menuju ke Kraton Jogja dengan berjalan kaki. Sebelum masuk, kami harus membeli tiket masuk seharga Rp 5000,-/orang.

A4[1]Di pos 2 Kraton Jogja ini, pertanyaan yang kami dapat adalah โ€œSiapa yang membangun Kraton Jogja dan dibangun tahun berapa?โ€ Dengan Pede kami menjawab โ€œSultan Hamengkubuwono I tahun 1756โ€. Benar nggak ya, guys? Hahaa…

Next, Pos 3. Pos 3 ada di Taman Sari. Mencapai lokasi tersebut kami berjalan kaki saja dari Kraton Jogja. Di pos 3 ini kami mendapat pertanyaan, โ€œhewan kembar apakah yang saling berhadapan di pintu masuk?โ€ Jawabannya, โ€œNagaโ€. Yang ini benar juga nggak ya? Hayoo…

Ketika akan menuju pos berikutnya, kami diberi perintah untuk selfie di gerbang pintu keluar makam Kesultanan Yogyakarta yang terletak masih di sekitar kompleks Taman Sari. Baiklah…

Selesai selfie, kami makan siang di Alun-Alun Kidul. Isi amunisi dulu, biar nggak pingsan ๐Ÿ˜€

Udah kenyang, lanjut lagi fun city exsploringnya menuju ke pos di Plengkung Gading. Jalan kaki bisalah, selain sudah terisi tenaga baru setelah makan siang, jarak dari Alun-Alun Kidul ke Plengkung Gading juga tidak terlalu jauh. Di pos Plengkung Gading ini kami hanya diminta untuk menunjukkan foto selfie di depan gerbang makam Kesultanan Yogyakarta. Setelahnya, langsung menuju pos di Mataram Kota Gede. Berhubung jaraknya jauh, ide ala backpacker pun kembali dijalankan ๐Ÿ˜€

Jempol melambai beraksi demi mencari tumpangan. Kali ini seorang supir pick up bersedia memberikan tumpangan menuju Mataram Kota Gede. Dipick up, kami bareng dengan kelompok 24. Masih sempat-sempatin buat selfie berlima juga loh. Panas-panas dipick up, siapa takut??

A2[1]Di pos Kota Gede, kami diminta untuk mencari tahu berapa umur pohon besar yang ada di pemandian di tempat tersebut. Saya dan Hendrik pun langsung mencari tahu. Kebetulan banget di sana ada dua orang ibu. Ternyata salah satunya adalah juru kunci di sana. Alhamdulillah…, jawaban yang kami cari pun bisa dengan mudah kami dapatkan. Ternyata umur pohon besar itu sekitar 600 tahun, dan ditanam oleh Sunan Kalijaga. Wahh, tua banget ya pohonnya…

Akhirnya, tinggal mencari Terminal Giwangan untuk menuju ke tempat berakhirnya pos fun city exploring yang sekaligus akan menjadi tempat kami menginap, yaitu di Youth Center. Kami berjalan kaki dan Get lost! Haha…

So, kami harus bertanya ke penduduk sekitar supaya nggak semakin nyasar. Ternyata terminalnya lumayan jauh. Pas lagi panas banget, fiuhh…! Tapi kami tetap semangat menelusuri jalan. Semangat yang membuahkan hasil karena akhirnya sampai juga di terminal giwangan. Horayy…

Menaiki bis jurusan Magelang, kami pun menuju ke terminal Jombor agar bisa sampai di Youth Center. Di Youth Center, kami diminta untuk menyerahkan resume fun city exploring yang seharian sudah kami lakukan.

Capekkkk? Pastinya. Tapi pengalaman yang menyenangkan. Bisa dapat teman baru, mengenal tempat-tempat baru lengkap dengan sejarahnya, dan pastinya semakin diasah supaya jadi backpacker yang #raksahmanja.

Hmm…pokoknya benar-benar fun city exploring dan Mujo Slamet.

Thank you Backpacker Indonesia untuk pengalaman seru fun city exploringnya. Semoga Gathnas berikutnya tetap asik dan lebih seru lagi.

SALAM RANSEL.

19 pemikiran pada “Mubeng Jogja Sak Mumet’e di Fun City Exploring Gathnas III BPI

  1. Seru sekali pengalamannya ikut mujo slamet.
    sampai jumpaa di gathnas selanjutnyaa di Bali *semoga bs ikut*
    Hehehee ๐Ÿ˜€

Tinggalkan komentar