MENYAPA SENJA DI PANTAI PARANGTRITIS

Bagi sebagian orang, tidak lengkap rasanya ketika berlibur ke Yogyakarta tanpa mengunjungi pantai paling terkenal di sana, yaitu Pantai Parangtritis. Pantai yang terletak di 27 kilometer selatan kota Yogyakarta ini lekat dengan keindahan alam dan mitos tentang Nyi Roro Kidulnya, sehingga selalu sukses menggelitik rasa penasaran para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung.

Liburan kali ini, saya memutuskan untuk mengunjungi Pantai Parangtritis menjelang sore. Selain tidak ingin berpanas-panas ria di siang hari seperti saat pertama kali datang ke pantai ini, berjumpa dengan keindahan Pantai Parangtritis yang semakin kentara di kala senja menjadi alasan lainnya. Pantai Parangtritis di saat matahari mulai terbenam menawarkan sajian suasana romantisme yang sungguh sayang untuk dilewatkan.

Kaki saya tanpa alas mantap menjejak di pasir hitam yang masih sangat basah tersapu ombak. Mata saya tidak bisa berhenti menatap ke segala arah menikmati pemandangan pantai dan melihat berbagai aktivitas pengunjung lainnya. Saat itu pukul 16.15 WIB dan pantai masih tampak cukup ramai. Payung-payung pantai yang disewakan masih tampak berjejer rapi, siap menampung pengunjung yang hanya ingin sekedar duduk-duduk di pinggir pantai.

Sesekali beberapa bendi yang mengangkut penumpang melihat-lihat pemandangan di sepanjang garis pantai melintas di samping saya. Tawa girang anak-anak yang sedang bermain air menyatu bersama suara debur ombak. Di kejauhan sayup-sayup terdengar raungan mesin ATV yang menjadi salah satu alternatif permainan di pantai ini. Semakin sore, tidak sedikit pula pengunjung yang asyik mengabadikan momen sunset Pantai Parangtritis yang indah, termasuk saya tentunya.

Setelah puas berjalan dan mengambil foto, saya bersama teman-teman menghampiri salah satu penjual jagung bakar. Kami duduk di hamparan pasir beralaskan sebuah tikar sambil melihat matahari yang perlahan menghilang di balik peraduannya. Para penjual jagung bakar mulai menghidupkan lampu minyak sebagai penerang di tengah gelap yang semakin pekat. Ah, suasana semakin terasa menyenangkan. Rasanya nikmat sekali menyapa senja di Pantai Parangtritis sembari menyantap jagung bakar, lengkap dengan kelapa muda sebagai pelepas dahaga. Tertarik untuk mencobanya? Dijamin tidak akan mengecewakan.

Tinggalkan komentar