Juguran Blogger 2019: Piknik Asik di Purwokerto-Banyumas

Dibandingkan beberapa kali perjalanan saya sebelumnya ke Purwokerto, kayaknya kunjungan di akhir Juni kemaren rasanya lebih spesial. Karena kali itu saya datangnya khusus untuk ikut acara Juguran Blogger 2019 bertajuk “sedikit bicara banyak piknik” yang diselenggarakan oleh Blogger Banyumas.

Juguran Blogger merupakan acara tahunan yang mengumpulkan para blogger dari berbagai daerah untuk piknik seru ke beberapa tempat menarik di Purwokerto-Banyumas. Tahun 2019, blogger yang terpilih ikut Juguran datang dari Bengkulu, Jambi, Jakarta, Semarang, Banjarnegara, Demak, Surabaya, Bojonegoro, dan Madura. Wohooo, rameeee…!

Juguran Blogger 2019

Ini jadi pengalaman baru yang seru sih. Asiknya lagi, para peserta Juguran Blogger 2019 diantar piknik dengan menggunakan mobil-mobil keren dari Nasmoco Purwokerto. Nasmoco Purwokerto, sebagai salah satu sponsor, menyediakan mobil-mobil andalannya seperti New Agya, Sienta, New Yaris, New Rush, dan New Fortuner.

Juguran Blogger 2019 ke Desa Kalibagor

Tempat piknik asik pertama yang kami datangi ada di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

Lorong Blothong

Di Desa Kalibagor, peserta Juguran Blogger 2019 diajak untuk jalan-jalan ke Lorong Blothong. Lorong Blothong merupakan objek wisata yang bernuansa sejarah. Bentuknya berupa lorong sungai bawah tanah yang dicat dengan warna-warna ceria dan diberi lampu penerangan warna warni. Masih ada aliran air setinggi mata kaki yang memberi sensasi berbeda saat melintasi lorong ini. Panjang lorong sekitar 80 m, lebar 2 m, dan tinggi sekitar 1,5 m. Berhubung lebar badan saya nggak melar-melar amat, jadi masih aman bangetlah melintas di Lorong Blothong. Tingginya aja nih yang berlebih, jadi sepanjang berjalan di lorong harus agak menunduk 😀

Sebelum masuk ke Lorong Blothong, wajib make helm ala2 yang lucu begini ini

Sejarahnya, Lorong Blothong dibangun pertama kali pada tahun 1839 oleh pemerintah Belanda, dengan fungsi sebagai saluran pembuangan limbah Pabrik Gula Kalibagor ke Sungai Serayu. Saat pabrik gula berhenti beroperasional di tahun 1990an, lorong ini akhirnya nggak lagi digunakan. Baru di awal 2019, lorong dibuka lagi secara mandiri oleh paguyuban masyarakat setempat supaya bisa difungsikan sebagai objek wisata.

Oh iya, hari itu di Desa Kalibagor juga sedang ada Seminar Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Juguran Blogger bekerjasama dengan Kominfo RI dan Desa Kalibagor. Seminar Literasi Digital ini ditujukan untuk pemuda setempat. Nha kebetulan lokasi seminarnya bersebelahan dengan Lorong Blothong. Jadi, setelah puas di Lorong Blothong, kami sempat mengikuti sebentar pembukaan Seminar Literasi Digital tersebut.  

Peserta Juguran Blogger 2019 Melukis Payung Kertas

Nggak selesai dengan wisata di Lorong Blothong, keseruan kami di Desa Kalibagor masih berlanjut dengan kegiatan melukis di atas payung kertas yang terbuat dari limbah kertas semen. Yaps, Desa Kalibagor memang terkenal banget dengan kerajinan payung kertasnya yang sudah turun temurun. Kecantikan payung kertas dari Desa Kalibagor bahkan sudah dikenal melalui berbagai festival dan meraih penghargaan juga.

Kami peserta Juguran Blogger 2019 beruntung banget dikasih kesempatan untuk mencoba melukis di atas payung kertas mini. Ternyata susah-susah gampang, soalnya belum terbiasa. Tapi, kami tetap semangat dong melukis sampai selesai.

Desa Langgongsari

Tempat piknik berikutnya adalah Desa Langgongsari. Penggemar kopi pasti senang deh main ke Desa Langgongsari yang berlokasi di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Di sana ada Kopi Langgongsari, yaitu kopi lokal yang dibudidayakan oleh warga setempat.

Adalah Lo.Lana Coffee yang menjadi tempat kami singgah untuk mencicipi seduhan Kopi Langgongsari. Tempat ngopi sederhana ini berada di tengah kebun pepaya. Mereka juga punya kebun kopi sendiri yang lokasinya ada di seberang jalan. Sama, di tengah kebun pepaya juga. Saya baru kali ini menemukan ada tempat ngopi dan kebun kopi di tengah kebun pepaya seperti itu, unik. 😀

Di Lo.Lana Coffee, kami diperkenalkan tentang proses awal penjemuran kopi sampai proses sangrai. Kami juga melihat langsung proses pembuatan Kopi Turkish yang menjadi olahan kopi andalan dari Lo.Lana Coffee. Kopi Turkishnya seriusan enak. Cocoklah sama selera saya.

Peserta Juguran Blogger 2019 melihat proses pembuatan kopi turkish

Acara ngopi-ngopi kami makin komplit karena ada makanan dan camilan tradisional yang disediakan oleh Lo.Lana Coffe. Mulai dari pecel dan kupat, cimplung singkong dan ubi, sama mendoan khas Purwokerto.  

Menanam Kopi di Desa Langgongsari

Setelah ngopi, beberapa peserta juguran nggak melewatkan kesempatan untuk menanam pohon kopi, termasuk saya. Pohon kopi yang ditanam diberi nama sesuai nama masing-masing. Wah, semoga pohon kopi yang saya tanam tumbuh dengan baik dan bisa menghasilkan kopi berkualitas.

Baturraden

Pasti kalian udah pernah mendengar soal Baturraden yang menjadi destinasi wisata favorit di Kabupaten Banyumas kan? Di Juguran Blogger 2019, kami juga diajak piknik ke sana, tepatnya di Baturraden Adventure Forest (BAF). BAF ini adalah wahana ekowisata yang berada di Desa Karangsalam, Baturraden.

Camping, Api Unggun, dan BBQ

Trus di BAF ngapain aja? Camping dong! Yeayyy…! Asik banget lho camping di BAF. Nggak perlu ribet mikirin gimana bawa tenda dan peralatan tidur. Pengelola sudah menyiapkan tenda, lengkap dengan kasur kecil dan sleeping bag.

Bukan Tenda Birunya Desy Ratnasari. Ini Tenda Biru Kami Pas Camping di BAF.

Makan malam, api unggun, BBQan, dan ngobrol santai lalu menjadi kegiatan paling asyik ketika camping di tengah alam yang udaranya yang super dingin. Hmm, pas kami di sana, suhu udara di Baturraden memang lagi dingin-dinginnya tuh.

Untuk makan malam, pengelola BAF menyuguhkan menu yang komplit. Ada ikan cabai hijau, bihun, sop ayam, bergedel, sambal, dan krupuk. Rasanya enak semua. Trus, untuk acara BBQ, ada pilihan jagung dan sosis. Nggak ketinggalan singkong goreng dan wedang ronde yang makin bikin semarak isi perut malam itu. Lumayan buat sedikit mengusir hawa dingin.

Body Rafting, Jalan Kaki Menikmati Suasana Alam, Leyeh-Leyeh : Semua Bisa di BAF

Keesokan paginya, setelah sarapan, peserta Juguran Blogger diajak untuk memacu adrenalin dengan body rafting. Nggak semua peserta ikutan body rafting ini, termasuk saya.

Kami yang nggak cukup berani berhadapan dengan air, pagi itu lebih memilih jalan-jalan di sekitar BAF. Karena lokasinya yang berada di kaki gunung slamet, pemandangannya juga keren banget. Sayangnya, niat hati untuk lanjut berkeliling lebih jauh ternyata masih kalah sama pesona tenda biru yang disediain sama BAF. Rasanya saya dilambai-lambai untuk kembali datang. Awalnya sih leyeh-leyeh aja, tapi malah ketiduran lagi sampai menjelang siang. Hufff…

Bangun-bangun, sudah terhidang teh manis hangat, mendoan, pisang goreng, dan jagung rebus. Padahal pas sarapan, kami sudah dimanjain sama ayam opor, kupat, oseng jipang, tahu bacem, dan pisang.

Wow, makanan dan camilan seperti nggak ada habis-habisnya dari semalam. Hidup makan-makannnn!! Bhahaha…

Juguran Blogger 2019

…dan pada akhirnya…

Kalau ditanya, tempat piknik mana yang paling seru di antara ketiganya, jawabannya adalahhh… nggak ada yang paling seru. Semua sama serunya, karena masing-masing punya keunikannya sendiri. Ditambah lagi, pergi pikniknya bareng sama teman-teman Juguran Blogger 2019 yang pada asik-asik. Jadinya makin berkesan~~

5 pemikiran pada “Juguran Blogger 2019: Piknik Asik di Purwokerto-Banyumas”

  1. Sumpah, acara Juguran blogger ini keren banget, gak sia2 ikutan acara ini, meskipun awalnya sempat gak lolos. Tiba-tiba dapat info lolos dan pokoknya Juguran blogger 2019 keren parah. Duh jadi kangen mendoan Purwokerto.

Tinggalkan komentar