Singgah Sejenak di Floating Village, Siem Reap, Kamboja

Saat saya iseng melihat-lihat foto perjalanan ke Kamboja, saya jadi teringat perjalanan saya ke Floating Village di Danau Tonle Sap Siem Reap. Siem Reap, sebuah daerah yang cukup jauh dari Phnom Penh – Ibukota Kamboja. Perjalanan dari Phnom Penh ke Siem Reap bisa dicapai dengan naik bus. Waktu tempuhnya sekitar 7-8 jam. Saat saya di Siem Reap, selain mengunjungi beberapa temple di pagi hari, sore harinya saya mengunjungi Danau Tonle Sap.

Jalan-jalan ke Danau Tonle Sap ini sebenarnya nggak jadi tujuan utama saya dan teman-teman. Berhubung sopir TukTuk kami menawari untuk mampir ke sana, jadilah kami mengiyakan. Perjalanan ke Danau Tonle Sap dari penginapan saya di dekat night market hanya sekitar 45 menit menggunakan TukTuk. Sepanjang perjalanan, sopir TukTuk menceritakan banyak hal tentang kehidupan di floating Village. Katanya sih desa tersebut jadi tempat tinggal warga miskin di Siem Reap. Warga yang tinggal di sana menyebut Danau Tonle Sap sebagai danau kehidupan. Warga di sana mengandalkan pemasukan maupun makanan dari danau atau hutan di sekitarnya saja.

SELENGKAPNYASinggah Sejenak di Floating Village, Siem Reap, Kamboja

Desa Sade, Kearifan Lokal Suku Sasak yang Masih Bertahan di Lombok

Desa Sade merupakan salah satu dusun di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Sejak tahun 1989, desa ini ditetapkan sebagai desa wisata oleh pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sejak saat itu pula desa ini makin dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan. Masyarakat di sana masih mempertahankan adat istiadat yang dimiliki sejak zaman nenek moyang. Berkunjung ke Desa Sade, akan ada banyak pelajaran hidup yang bisa kita resapi sambil sejenak melepas penat dari rutinitas kerja sehari-hari. Yuk kunjungi Desa Sade dengan tiket pesawat murah berikut ini.

SELENGKAPNYADesa Sade, Kearifan Lokal Suku Sasak yang Masih Bertahan di Lombok

Jelajah Wana Wisata Baturraden Bareng Blogger dan Palawi

Yeaayy, minggu lalu saya seru-seruan jelajah Wana Wisata Baturraden bareng blogger dan Palawi. Kesempatan yang nggak saya sia-siakan nih. Selain bisa ketemu teman-teman, rencana untuk berwisata ke Baturraden pun bisa terealisasi. Kurang lengkap rasanya kalau berkali-kali ke Purwokerto tapi belum pernah ke Baturraden. Sempat beberapa kali diajak teman main ke sana tapiiii ujung-ujungnya hanya kulineran di Purwokerto kota aja.

Alasannya macam-macam saat saya diajak ke Baturraden. Ya yang nanti dinginlah, jauh lah, males lah, perjalanan panas banget lah (karena waktu itu diajaknya siang hari). Atau yang agak parah nih, waktu diajak pagi hari sekitar jam 7 gitu sama kak Olipe, alasannya adalah “kak, jek ngantuk kiihhh… tidur sik yaaa” (Kak masih ngantuk nih…tidur dulu yaaa)”. 4 jam kemudian, bangun-bangun sudah jam 12 siang. Akhirnya kembali ke alasan 4 deh, panas kakkkk, hekekeke…

SELENGKAPNYAJelajah Wana Wisata Baturraden Bareng Blogger dan Palawi

The Village Purwokerto, Alternatif Berwisata di Purwokerto

Awal bulan kemaren, saya main lagi ke Purwokerto. Nggak bosan sih berkunjung ke kota yang satu ini. Selalu adaaaa aja tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi. Malahan nih, sekarang sudah ada tempat wisata baru lagi di Purwokerto. Tempatnya ketje dan hits banget. Namanya The Village Purwokerto.

Seperti biasa, Kak Olipe langsung ngajakin saya untuk jalan-jalan ke sana. Saya mau dong, kan biar ikut kekinian juga. Pas awal sampai, saya kagum melihat tampilan luar dan konsep The Village. Bangunan dan kawasannya yang luas banget itu dibuat bergaya eropa klasik. Zwiiinggg… saya langsung berasa kaya lagi nggak di Purwokerto aja.

SELENGKAPNYAThe Village Purwokerto, Alternatif Berwisata di Purwokerto

MCnya Bikin Suasana di Pasar Karetan Makin Seru

Pasar Karetan : Destinasi Digital di Boja, Kendal Jawa Tengah

Ada yang sudah pernah main ke Pasar Karetan di Boja-Kendal? Pasar yang cuma ada setiap hari minggu ini merupakan salah satu destinasi digital yang ada di Jawa Tengah lho. Rugi deh kalau nggak main ke sana.

“Apa tuh destinasi digital, mb? Keren kah?” Saya pernah ditanya gitu lewat pesan singkat di Whatsapp pas lagi sebar-sebarin info tentang Pasar Karetan.

Jadi gini lho, tren pariwisata sekarang kan condong ke destinasi ‘zaman now’ alias harus kekinian dan keren untuk foto-foto. Haioo… siapa yang nggak suka foto-foto pas lagi berwisata ke tempat yang keren? Saya aja suka, hihi…

SELENGKAPNYAPasar Karetan : Destinasi Digital di Boja, Kendal Jawa Tengah

Cantik Banget Ya Pulau 7 Ini

Pesona Pulau 7 Seram Utara, Pasanea Bikin Susah Lupa

Judulnya udah kaya lirik lagunya Raisa ya. Buat dirikuuu susahh lupaaa~~ Hmm… ternyata nggak cuma mantan aja yang bisa bikin susah lupa. Keindahan Pulau 7 Seram Utara,Pasanea yang saya kunjungi pas akhir tahun 2017 kemaren juga bikin susah lupa. Saya belum bisa move on nih. Masih kebayang-bayang sama pemandangan dan suasananya.

(yang belum ngeh saya ngomong apaan dan masih mikir ‘ada apaan neh’, baca dulu deh artikel sebelumnya tentang traveling akhir tahun saya ke Ambon di sini).

Terlepas perjalanan dari Kota Ambon menuju ke Pulau 7 yang memang menguras energi, capeknya terbayar pas udah sampai di sana. Nggak nyesel. Pemandangan alamnya beneran jadi ‘vitamin sea’.

SELENGKAPNYAPesona Pulau 7 Seram Utara, Pasanea Bikin Susah Lupa

Traveling Seru di 2017 (2) : Mengunjungi Ambon Manise di Timur Indonesia

Rasanya senang banget tinggal di Indonesia. Untuk soal jalan-jalan, kita nggak bakal pernah kehabisan tujuan. Indonesia tercinta kita ini punya banyak tempat dengan pemandangan alam yang memikat terutama di wilayah timur sana.

Bukan rahasia lagi tuh kalau pemandangan di wilayah timur Indonesia bakal bikin kita selalu kangen sekangen-kangennya untuk balik lagi. Bahkan kalau belum pernah ke sana pun, pasti bakal ngebatin ‘duh, kapan yaaa bisa ke sana??’ Beruntungnya akhir tahun kemaren saya punya kesempatan buat jalan-jalan lagi ke timurnya Indonesia, tepatnya ke Ambon. Ayeee…!

SELENGKAPNYATraveling Seru di 2017 (2) : Mengunjungi Ambon Manise di Timur Indonesia

Traveling Seru di 2017 (1) : Horor di Awal Perjalanan Menuju Melaka

Selamat datang 2018. Terimakasih 2017. Nggak kerasa sudah hari ke-6 di Tahun 2018. Tahun yang baru, semoga menjadi tahun yang lebih baik. Harus tetap semangat. Termasuk semangat traveling, hahaha…

Soal pengalaman traveling, tahun 2017 kemaren banyak mengajarkan saya bahwa pergi dengan siapa itu ternyata lebih penting daripada pergi kemana. Walaupun capek dan ada kejadian-kejadian yang nggak menyenangkan, ujung-ujungnya bakal tetap asik kok kalau kita pergi dengan teman perjalanan yang seru. Ada beberapa pengalaman yang membuktikan tentang ini.

Contohnya kaya perjalanan saya bareng teman NHCL (nama kumpulan beberapa teman dekat) ke Melaka, Malaysia bulan September 2017. Walaupun diawali dengan kejadian horor, perjalanan saya bersama mereka tetap seru!

SELENGKAPNYATraveling Seru di 2017 (1) : Horor di Awal Perjalanan Menuju Melaka

Mengintip Usaha Keramik di Desa Klampok Banjarnegara

Beberapa waktu lalu, selama 3 hari (10-12 November 2017), saya mengikuti Famtrip Blogger dan Media yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara. Ada banyak rangkaian acara yang kami ikuti. Mulai dari rafting, pengukuhan GenPI JaTeng Karisidenan Banyumasan, explore beberapa desa wisata dan sentra industri keramik klampok, merasakan sejuknya hawa di Bukit Scotter, main kayak di Telaga Merdada, hingga mampir ke kompleks Candi Arjuna.

Salah satu yang berkesan untuk saya adalah saat kami mengunjungi Sentra Industri Keramik di Desa Klampok pada hari kedua (11/11/2017). Sejak dulu, Desa Klampok terkenal dengan kerajinan keramiknya yang berkualitas. Ukiran yang tegas serta warna dasar gelap dan glossy menjadi ciri khas keramik Klampok.

SELENGKAPNYAMengintip Usaha Keramik di Desa Klampok Banjarnegara