Traveling

Jelajah Wana Wisata Baturraden Bareng Blogger dan Palawi

Jelajah Wana Wisata Baturraden Bareng Blogger dan Palawi Resorsis

Yeaayy, minggu lalu saya seru-seruan jelajah Wana Wisata Baturraden bareng blogger dan Palawi. Kesempatan yang nggak saya sia-siakan nih. Selain bisa ketemu teman-teman, rencana untuk berwisata ke Baturraden pun bisa terealisasi. Kurang lengkap rasanya kalau berkali-kali ke Purwokerto tapi belum pernah ke Baturraden. Sempat beberapa kali diajak teman main ke sana tapiiii ujung-ujungnya hanya kulineran di Purwokerto kota aja.

Alasannya macam-macam saat saya diajak ke Baturraden. Ya yang nanti dinginlah, jauh lah, males lah, perjalanan panas banget lah (karena waktu itu diajaknya siang hari). Atau yang agak parah nih, waktu diajak pagi hari sekitar jam 7 gitu sama kak Olipe, alasannya adalah “kak, jek ngantuk kiihhh… tidur sik yaaa” (Kak masih ngantuk nih…tidur dulu yaaa)”. 4 jam kemudian, bangun-bangun sudah jam 12 siang. Akhirnya kembali ke alasan 4 deh, panas kakkkk, hekekeke…

Makanya beruntunglah saya pas diundang untuk ikutan jelajah Wisata Baturraden bareng blogger dan Palawi Resorsis ini. Selain saya, yang ikutan ada kak Olipe, mbak Pungky sekeluarga, Rizki tercyduk, mbak Idah sekeluarga, mbak Ella, mbak Nelli, mbak Dian , Rois, dan Mbak Wening sekeluarga. Kali ini nggak ada alasan saya untuk menolak ke Baturraden. Jarang-jarang bisa jadi bagian dari #BloggerGoestoPalawi bareng teman-teman yang ketje inihhh.

Di hari pertama, saya belum mengikuti keseluruhan acara. Sabtu pagi soalnya masih ada seminar di Semarang. Padahal temen-temen udah ke Telaga Sunyi, nyobain permainan sepedanya dan pasti banyak lainnya yang saya lewatkan. hiks..

Saya baru berangkat sekitar jam 1 siang dan sampai di Purwokerto jam 8 malam. Ternyata Semarang – Purwokerto kalau naik travel lumayan lama juga. Bikin pantat pegel 🙁

Setelah sampai di Purwokerto, saya dijemput kak Olipe naik sepeda motor dan langsung menuju Baturraden. Udara di sepanjang perjalanan ke Baturraden emang dingin, gaes. Berhubung nggak pakai sarung tangan, tangan saya rasanya sampai mau menyusut. (((Menyusut)))

(Day 1) Welcome to Villa Agathis

Sesampainya di kawasan Wana Wisata Baturraden yang dikelola oleh PT Palawi Risorsis, kami langsung menuju Villa Agathis yang berada di sisi timur gerbang masuk. Selain Villa Agathis sebenarnya masih ada villa lain yang bisa digunakan kalau pengunjung ingin menginap di kawasan wisata ini. Ada Villa Ebony dan Villa Accacia.

Saya memutuskan untuk bebersih dulu sebelum gabung dengan teman-teman yang lain. Di Villa Agathis ini, totalnya ada 6 kamar tipe superior. Per kamar bisa diisi oleh 2 orang. Malam itu saya sekamar sama Kak Olipe. Kamar yang kami tempati nyaman dan bersih. Fasilitas kamarnya lengkap. Asique banget pokoknya. Nggak kalah sama fasilitas hotel berbintang.

Setelah selesai bebersih dan ganti pakaian, saya langsung makan malam. Lapar berat habis perjalanan panjang. Menu makan malam yang menggoda dan ada sambal terasi, hwaaa… gimana nggak langsung sikat habis.

Ikan Goreng
Ikan Goreng

 

Sambel terasi
Sambel Terasi

Peserta lain sedang ramah tamah dengan Pak Agus dan Mba Sista dari manajemen PT Palawi Risorsis sambil acara api unggun di halaman depan Villa. Saya langsung ikutan nimbrung di sana. Udara boleh adem, tapi suasana yang tercipta malam itu hangat dan penuh keakraban.

Makan Malam di Villa Agathis Baturraden

(Day 2) Jelajah Wana Wisata Baturraden

Hari kedua ini asiknya saya bisa mengikuti keseluruhan acara yang sudah dipersiapkan oleh Palawi Resorsis. Agendanya kami akan menjelajah ke beberapa objek yang ada di kawasan Wana Wisata Baturraden. Mulai dari Pancuran Telu hingga Pancuran Pitu.

Pancuran Telu

Cuaca yang cerah mendukung banget kegiatan kami hari itu. Tujuan pertama kami adalah ke Pancuran Telu (3). Sekitar pukul 7 pagi kami semua mulai trekking. Perasaan saya senang campur bingung karena katanya trekking akan menempuh waktu sampai 3 jam. Kuat nggak ya? Hihihi… Maklum kalau urusan trekking saya kurang jago. Saya jaraaaang banget naik gunung. Jadi kurang terlatih (*alesan). Untungnya udaranya sejuk.

Villa Agathis di Baturraden
Villa Agathis di Baturraden

 

Pose Dulu Sebelum Trekking - Baturraden Palawi
Pose Dulu Sebelum Trekking – Baturraden Palawi

Jalur yang kami lewati untuk sampai di Pancuran Telu ini adalah jalan yang nggak begitu besar. Kanan kirinya semak-semak dan pepohonan gitu. Beberapa kali ada jalan yang agak menanjak juga. Kami melewati sebuah jembatan besar. Dari atas jembatan ini saya bisa melihat ke aliran air sungai di bawah dan pemandangan area wisata yang serba hijau. Segerrr…

Setelah berjalan agak jauh, akhirnya kami sampai di Pancuran Telu (3). Di Pancuran Telu ini terdapat tiga mata air panas alami yang mengandung belerang. Ada kolam yang bisa digunakan pengunjung untuk berendam dan tempat untuk pijat belerang. Fasilitas yang disediakan di sini selain kamar mandi untuk berbilas, ada juga penjual makan dan penjual pakaian ganti.

Waktu kunjungan kami di Pancuran Telu nggak begitu lama. Setelah melihat-lihat sebentar kami langsung melanjutkan lagi untuk ke Pancuran Pitu (7). Jalur yang kami lewati menuju Pancuran Pitu lebih cihuy, gaes. Jalurnya lebih sempit, tanjakannya juga lebih banyak. Ini lebih menguji kekuatan kaki dan menguras tenaga. Lumayan ngos-ngosan, wkwkw… Untungnya udara cukup adem dan banyak pepohonan rimbun. Perjalanan masih panjang, jadi harusssss L-A-N-J-O-T!

Pancuran 7, Baturraden, Palawi, Purwokerto

Nggak berapa lama kami sampai di titik peristirahatan. Di tempat ini kami bisa duduk-duduk santai untuk beristirahat mengumpulkan tenaga lagi. Beruntung juga sudah ada bapak penjual es badheg (nira). Saya pun mencobanya. Rasanya segar dan manjur seketika bikin dahaga lenyap. Pas istirahat ini, keberuntungan kami juga berlanjut. Kami sempat melihat beberapa Elang jawa yang sudah mulai langka terbang keluar dari antara pepohonan.

Nasi Bungkus Daun Jati - Kuliner di Baturraden

Di tempat ini kami juga menikmati sarapan. Nasinya dibungkus dengan daun jati. Ternyata begitu dibuka, isinya makanan tradisional gitu. Ada nasi, oseng kulit singkong, oseng tempe, dan telor bersambal. Asik banget di tengah hutan dapat sarapan seperti itu. Apalagi pas tenaga sudah sempat terkuras gara-gara trekking.

Pancuran Pitu (7)

Setelah puas beristirahat dan mengisi tenaga, kami melanjutkan perjalanan kembali menuju Pancuran Pitu dengan menggunakan angkot. Lelah juga jalan kaki euy. Yaaa walaupun ternyata sudah tinggal sedikit lagi sampai di Pancuran Pitu. Kayanya 10 menitan aja nggak ada deh. Nggak kerasa sudah sampai aja di gerbang masuk Pancuran Pitu. Untuk bisa masuk ke dalamnya, setiap pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 13.000,00.

Pancuran Pitu Wisata Baturraden

Seperti namanya, di Pancuran Pitu ini terdapat tujuh aliran air panas yang berasal dari pegunungan. Saya yang penasaran langsung turun untuk mencoba airnya. Ternyata hangat dan enak banget buat cipak cipuk mainan air. Setelah puas, saya naik ke bagian atas dan mencoba pijat belerang. Bayarnya Rp 30.000,00 untuk pijat badan dan kaki. Di bagian kaki nanti dioleskan bubuk belerang gitu. Enak banget deh buat badan dan kaki yang pegel-pegel.Bubuk belerangnya bisa dibeli lho gaes. Harganya Rp 10.000,00 per bungkus. Nanti bisa dipakai buat maskeran. Katanya bubuk belerang ini berkhasiat juga untuk mengurangi jerawat.

Sate Ayam - Kuliner di Pancuran Pitu Baturraden

Badan udah enak setelah dipijat, daaannnnn ternyata saya masih lapar 🙁 Akhirnya saya beli sate ayam dari penjual di sekitar situ. 1 porsi harganya Rp 15.000,00. Enak! Saya jadi makan lagi, padahal pas balik ke villa makan siang sudah menanti…

Nasi Bancakan ala Palawi

Puas di Pancuran Pitu, saya dan teman-teman kembali ke Villa Agathis dengan menaiki kendaraan yang disediakan oleh pihak Palawi. Di sana makan siang ternyata sudah disediakan. Saya yang masih agak kenyang akhirnya memilih untuk istirahat dulu di kamar. Seperti biasa, pelor. Nempel kasur langsung molor, hihihi…

Tidurnya sebentar aja kok, habis itu saya kebangun dan langsung gabung lagi dengan teman-teman untuk menikmati makan siang. Menunya nasi bancakan. Nasi bancakan / liwetan ala Palawi ini lauknya banyak banget dan semua bikin ngiler. Ada tempe, tahu, mie goreng, lalapan, urap, sambal, sampai ayam goreng. Rasanya juga enak-enak. Kalian yang berkunjung ke sini kalau lagi bikin acara bisa lho pesan paketan nasi bancakan ini.

Games di Taman Labirin

Keseruan kami siang itu nggak berhenti di situ aja. Kami masih diajak untuk bermain di Taman Labirin oleh Palawi. Dibagi ke dalam beberapa kelompok kami harus berlomba untuk mengambil 1 bendera yang diletakkan di tengah labirin. Kebayang nggak tuh kami harus lari-larian di labirin yang berkelok-kelok dan bikin bingung itu. Walaupun kelompok saya kalah, tapi yang penting udah usaha kan ya, haha…

Jelajah Wana Wisata Baturraden Bareng Blogger dan Palawi

Jelajah Wana Wisata Baturraden bareng blogger dan Palawi Resorsis kali ini cihuy dan berkesan banget. Saya bisa menghirup udara segar di Baturraden, merasakan menginap di Villa Agathis, dan menikmati petualangan di alam. Pengen kapan-kapan bisa wisata lagi ke Baturraden. Yang mau ikut, yuk ngacunggg…

——————————————————————————

Rincian beberapa tiket obyek dan wahana yang ada di Palawi Resort Baturraden :

Telaga Sunyi Rp.13.000,00

Flying Bike Rp. 20.000,00

Sepeda tandem Rp. 10.000,00

Sepeda Gunung Rp. 10.000,00

Panahan Rp.10.000,00

Tree walk Rp 25.000,00

Shooting target Rp.10.000,00

 

Palawi Risorsis

Jl. Bumi Perkemahan Wana Baturraden, Kemutug Lor, Baturraden, Jawa Tengah.

Marketing office (0281) 681616

 

Tagged , , , , , , , , , , , ,

About devidhede

easy going, cat lover, culinary lover, travel addict
View all posts by devidhede →

26 thoughts on “Jelajah Wana Wisata Baturraden Bareng Blogger dan Palawi

  1. Ini toh, kalo ke sini kayanya beneran harus nyiapin tenaga ekstra 😀
    Tapi enaknya kalau capek ada pijat-pijat gitu ya, atau ngerendam kaki di air hangatnya. Ajak aku ke sana kadepppp…

  2. Paling menarik mandi air hangat ada belerangnya itu yg sgt bermanfaat bagi kesehatan. Krn dr tempatku jauh kalo mau nyari tempat pemandian belerang.

  3. Kupikir kalau ke Purwokerto ya cuma ke Baturraden aja. Makan, keliling sebentar, selesai. Abis baca ini jadi tahu kalau ada yang asik-asik.. bhaique, next time kak Dhev jadi leader buat dolan ke sini yak :p

  4. Dari dulu Baturraden emang menarik. Waktu saya SMP, tempat ini jadi lokasi Jambore Nasional. Yaaa walopun saya ndak ikut jadi peserta Jamnasnya 😌

    1. Itu kan dulu, sekarang lebih bagus lagi dong..
      Sekarang udah SMA atau kuliah? Ke Baturraden lagi aja,sekalian camping atau nginep villanya. Itung2 mengobati masa-masa SMP yang terluka :)))

  5. Selalu suka dengan kearifan lokal, seperti kulinernya. mulai dari bahan dan alat yang digunakan, cara memasaknya, pengemasan, hingga penyajian makanan tersebut. Makan makanan yang dibungkus dalam daun jati akan memberikan cita rasa dan pengalaman tersendiri. yang pasti Mak Nyuuuss…!!!

    1. Saya da lama nggak merasakan makanan di bungkung daun jati,kemarin itu memang benar2 traveling yang special. Nuansa di Baturradennya juga mendukung untuk cepat laper :D, dingin ,laper n ngantuk. Cocok ya hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *