Corat-Coret

#anakmudabicara : Pandangan tentang Pentingnya 4 Pilar MPR RI

Akhir pekan kemarin rasanya cukup banyak pengalaman dan hal-hal bermanfaat yang saya dapatkan. Salah satunya adalah dengan mengikuti acara “Netizen Semarang Ngobrol Bareng MPR RI”. Di acara tersebut, MPR RI melalui wakilnya yang hadir mensosialisasikan tentang 4 pilar.

Menurut saya, 4 pilar MPR RI ini penting untuk dipahami dan diterapkan oleh masyarakat, khususnya oleh anak muda. Anak muda dengan semangatnya yang masih membara, enerjik, dan aktif dalam bersosialisasi, seringkali cepat menyerap dan menanggapi informasi, baik itu yang bersifat positif maupun negatif.

Dengan kondisi psikologis yang belum benar-benar matang, anak muda menjadi kelompok yang rawan terpengaruh oleh lingkungannya. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk paham tentang 4 pilar MPR RI sebagai salah satu cara untuk menguatkan karakter sebagai anak bangsa.

Saya secara iseng melemparkan diskusi ke beberapa mahasiswa saya untuk mencoba melihat sejauh mana pemahaman mereka sebagai anak muda tentang pentingnya 4 pilar MPR RI ini.

Begini Kata Mereka…

  1. Ekki. Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi – UDINUS

4 pilar kebangsaan terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Ibarat mendirikan sebuah bangunan, kita harus memiliki beberapa pilar yang kokoh agar bangunan tersebut tidak gampang roboh. Begitu pula sebuah negara harus memiliki pilar-pilar yang kokoh agar negara tersebut tidak gampang disusupi oleh pihak luar, tidak mudah terguncang, serta tetap berdaulat.

Akhir-akhir ini 4 pilar tersebut mulai digerogoti oleh pihak yang ingin Negara Indonesia ini kembali terpecah. Warga negara mulai diadu domba dengan isu ras, suku, agama, dan isu-isu sensitif lainnya. Sudah cukup Timor Leste yang terpisah dari NKRI. Jangan ada lagi yang lain.

Penting untuk terus memperkuat  Indonesia dengan 4 pilarnya. Ingat ideologi kita hanya Pancasila. Tidak ada ideologi lain yang dapat menggantikan Pancasila. Pancasila merupakan cerminan bangsa Indonesia. Ingat bahwa kita juga memiliki UUD 1945 sebagai pedoman bangsa. Kita memiliki Bhineka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa. Selalu ingatlah itu agar kita tetap bersatu. Ingat bahwa NKRI adalah harga mati. Jangan pernah jual negara ini dengan alasan apapun. Belalah negara ini sampai titik darah penghabisan. Tetap bersatu dan jadikan 4 pilar sebagai kekuatan negara Indonesia.

 

  1. Revita, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi – UDINUS

Sesuai dengan namanya, 4 pilar kebangsaan Indonesia berarti tiang-tiang penyangga yang berdiri kokoh sebagai pondasi negara. Pancasila sebagai salah satu pilar memiliki makna besar. Terdiri atas 5 sila yang menaungi Indonesia sekarang ini. Kelima sila Pancasila tersebut dibuat dengan berbagai pertimbangan, pemikiran yang kuat, dan memiliki makna mendalam. Pancasila menurut saya sudah menjadi pondasi kuat bagi Indonesia. Panacasila dapat diterima oleh semua kalangan dan mendirikan hak-hak yang sama bagi semua golongan. Bagi saya, Pancasila sudah sempurna melalui kekuatan dalam makna-maknanya.

Pilar kedua adalah Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia negara yang plural. Ada banyak suku, ras, adat, budaya, bahasa, dan agama yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman Indonesia ini unik karena dengan hal inilah kita mampu melihat perbedaan. Kita mampu menerima kepercayaan dan pandangan orang lain. Kita telah terbiasa dengan bermacam-macam warna kulit, adat, dan kebiasaan yang kita temukan dari daerah lainnya. Walaupun unik, tapi terkadang hal ini jugalah yang dapat menggoyahkan Indonesia. Sedikit api saja dapat menyulut persatuan yang telah lama dibangun. Pilar Bhinneka Tunggal Ika mengingatkan kita kembali bahwa perbedaan bukanlah penghalang. Bahwa perbedaanlah yang membuat Indonesia ini kaya. Saya berharap, semua rakyat Indonesia selalu ingat Bhinneka Tunggal Ika. Jangan mau perang di media hanya karena provokasi semata. Jangan mau diadu domba. Perbedaan bukan ancaman.

Pilar yang ketiga adalah NKRI. Negara Kesatuan Republik Indonesia telah mempersatukan pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke. Meski ada banyak pulau di Indonesia, namun kita adalah satu kesatuan yang kokoh dengan satu tujuan.

Pilar yang terakhir adalah UUD 1945. UUD 1945 sebagai landasan konstitusi berjalannya suatu negara dan pemerintahan. UUD 1945 adalah kepala dari berbagai undang-undang yang telah mengatur Indonesia saat ini.

Dalam berinteraksi, keempat pilar MPR RI ini penting untuk diimplementasikan agar tidak mudah terkena isu-isu yang memecah belah terutama yang sering dilontarkan oleh akun-akun provokator. Selain itu agar anak muda lebih bijak dalam berinteraksi, tidak mudah menghujat dan berkata kasar.

 

  1. Wulan. Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi – UDINUS

Indonesia memiliki 4 pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Wujud dari penerapan 4 pilar kebangsaan saat ini tidak terbatas pada bela negara di medan perang, tetapi lebih kepada kontribusi nyata yang diberikan seseorang terhadap negaranya. Kontribusi seorang mahasiswa dapat tercermin dari proses serta hasil yang didapatnya. Proses pembelajaran meliputi bagaimana seorang mahasiswa berpikir, bersikap, dan bertingkah laku.

Implikasi dari adanya 4 pilar kebangsaan terhadap mahasiswa cenderung belum terealisasikan secara maksimal. Banyak dari mereka yang belum memiliki kesadaran dan tanggung jawab penuh sebagai mahasiswa. Tanggung jawab seseorang terhadap dirinya atau profesi, dalam hal ini mahasiswa, merupakan sikap yang mencakup keseluruhan penerapan 4 pilar kebangsaan.

Sikap yang dapat diteladani dari 4 pilar kebangsaan membutuhkan tanggung jawab dari setiap mahasiswa itu sendiri. Menjadi seseorang yang berkepribadian baik, mentaati peraturan, toleransi kepada sesama mahasiswa, dan menjaga keutuhan NKRI tidak akan terwujud tanpa adanya tanggung jawab.

Contoh sederhana lain dapat dilihat dari kesungguhan dalam mengerjakan tugas serta mempelajari materi yang diberikan oleh dosen. Mahasiswa dengan tanggung jawab yang kurang baik akan cenderung menyepelekan dan tidak memperhatikan materi dengan baik. Sedangkan mahasiswa yang memiliki tanggung jawab tentu akan berusaha untuk memahami dengan sebaik-baiknya. Hal ini akan menentukan hasil akhir dari seluruh proses pembelajaran seorang mahasiswa.

Proses serta hasil yang dari seorang mahasiswa dari pembelajaran yang dilakukan di Universitas kemudian akan menjadi sarana untuk berkontribusi terhadap negara. Sebagai mahasiswa aktif, ketertarikan dalam bidang tertentu sebaiknya dikembangkan dengan baik dan bertanggung jawab. Sebagai contoh, mahasiswa ilmu komunikasi yang tertarik di bidang broadcasting bisa  menghasilkan film pendek yang menginspirasi.

Semakin banyak hal yang dilakukan selama menjadi mahasiswa tentu akan semakin bertambah pengalaman serta kemampuan mahasiswa tersebut. Hasilnya adalah lulusan yang berkompeten di bidangnya sehingga dapat berkontribusi secara profesional di dunia kerja. Tentu saja seluruh proses dan hasil tersebut dapat terealisasikan dengan adanya tanggung jawab yang merupakan implikasi dari 4 pilar kebangsaan bangsa Indonesia. Penerapan 4 pilar kebangsaan dapat dimulai dari tiap individu agar kemudian menjadi suatu gerakan yang dapat menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa dengan generasi muda terpelajar dan berkualitas.

——

Nah, itu pendapat mereka. Kalau pendapatmu bagaimana soal pentingnya 4 pilar MPR RI di masa sekarang? Semoga 4 pilar MPR RI ini bisa dipahami oleh lebih banyak anak muda ya. Tidak hanya sekedar sebagai teori yang dipelajari, tapi juga bisa diimplementasikan terus menerus.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *