Traveling

Kesempatan Langka Ngobrol Santai Bareng Ratu Keroncong Indonesia

Kata siapa LDR bikin malam minggu jadi nggak asik? Salah satu solusi kalau belum bisa malam mingguan sama pujaan hati, bisa loh pergi bareng teman-teman. Akhir pekan kemarin, daripada sepi-sepi di rumah, saya memilih pergi ke Kota Solo bersama teman-teman dari GenPi Jateng. Sabtu malam kami seru-seruan bareng di Festival Payung. Minggunya, seharian kami berkeliling ke beberapa tempat di Kota Solo dalam rangka #tripalagenpi. Keseruan akhir pekan saya kemarin semakin lengkap ketika ditutup dengan berkunjung ke rumah bude salah seorang teman serombongan saya, Kak Frisca.

Awalnya Kak Frisca nyeletuk, “nanti sebelum pulang ke Semarang mampir ke rumah saudaraku dulu ya?” Saya mengiyakan. Nggak apalah, kan mampir ke rumah saudara. Kalau memang ada waktu kenapa harus menolak.

Ajakan Kak Frisca kembali muncul saat kami bersiap kembali ke Semarang.

“Dev, kamu capek nggak? Ke rumah penyanyi yang rekaman pertama kali di Lokananta yuk…”

Psstt… fyi, Lokananta adalah salah satu tempat bersejarah di Solo loh. Lokananta merupakan perusahaan rekaman musik (label) pertama yang ada di Indonesia. Kalau ke sini, kita bisa menemukan cukup banyak koleksi lagu-lagu daerah dari seluruh Indonesia dan pidato-pidato kenegaraan Presiden Soekarno.                                          

“Nggak kak, nggak capek. Yukkk…”. Saat menjawab itu saya masih belum ngeh dengan sosok yang dimaksud oleh Kak Frisca. Kirain becanda, hahaha…

Usut punya usut, dan setelah sampai di rumah budenya Kak Frisca, saya baru sadar ternyata budenya Kak Frisca adalah ibu WALDJINAH. Uwwooww…. Mimpi apa ya semalam? Akhirnya bisa ketemu sama salah satu legenda di dunia musik Indonesia. Saya langsung nervous. Ini sih kesempatan yang belum tentu datang dua kali.

Ibu Waldjinah, Legenda Keroncong Indonesia
Ibu Waldjinah, Legenda Keroncong Indonesia

Ibu Waldjinah adalah penyanyi keroncong wanita Indonesia yang terkenal. Beliau lekat dengan lagu-lagu keroncong berbahasa Jawa. Rekaman pertamanya dilakukan di Lokananta loh. Karir beliau sebagai penyanyi keroncong terbilang cemerlang. Lagu-lagu beliau hits dan dinikmati oleh berbagai kalangan hingga saat ini. Hayoo… siapa yang belum tau lagu-lagu Waldjinah yang terkenal macam Walang Kekek atau Jangkring Genggong? Cusss Youtube kalau pengen tau 😀

Prestasi Ibu Waldjinah juga banyak banget. Saat memasuki ruang tamunya, saya aja sampai terkagum-kagum melihat deretan piagam penghargaan yang dipajang di rumah beliau. Sudah banyak panggung musik di tanah air hingga di luar negeri yang ‘disinggahi’ beliau bersama lagu-lagu keroncongnya. Di usianya yang sudah tidak lagi muda, undangan untuk terus bernyanyi tetap terus berdatangan kepada beliau. Yang membanggakan, setiap tahunnya beliau selalu diundang bernyanyi di Istana Negara saat perayaan kemerdekaan Indonesia. Keren bangetlah pokoknya perjalanan karir Ibu Waldjinah ini.

Berbagai Penghargaan Yang Diperoleh Ibu Waldjinah
Berbagai Penghargaan Yang Diperoleh Ibu Waldjinah

Sosok Ibu Waldjinah ternyata sederhana dan ramah banget. Nggak sombong walaupun sudah terkenal. Selama berada di rumahnya, kami ngobrol cukup banyak tentang musik keroncong yang sudah digelutinya selama puluhan tahun. Beliau nggak pelit berbagi cerita.

Diakui beliau bahwa lagu keroncong termasuk lagu yang sulit untuk dinyanyikan. Pengaturan napas yang panjang dan cengkok-cengkok menjadi tantangan yang perlu ditaklukkan saat menyanyikan lagu keroncong. Sulit tapi bukan berarti tidak bisa kan. Kalau sudah punya jiwa seni dan senang dengan lagu keroncong, tinggal rajin latihan saja. Pasti nanti bisa. Begitu pesan beliau.

Soal kelestarian musik keroncong, beliau menceritakan kegelisahannya soal anak muda sekarang yang lebih tertarik dengan musik-musik barat ketimbang lagu daerahnya sendiri. Padahal musik asli Indonesia itu unik. Anak muda harus mau melestarikan musik asli Indonesia seperti keroncong ini. Jangan sampai punah. Yaps, saya setuju banget. Cukup dinosaurus aja yang punah dari muka bumi ini. Ehh?! Tapi benar loh, musik keroncong kan bagian dari budaya Indonesia, jadi harus terus dilestarikan.

Saya sendiri sebagai anak muda (baik usia dan penampakan), suka banget loh sama musik keroncong. Saya sempat bilang ke ibu Waldjinah kalau saya suka dengan musik keroncong. Musik keroncong itu enak untuk didengar dan adem di telinga.

Pernah waktu bepergian ke luar kota, bus yang saya tumpangi playlistnya adalah lagu-lagu keroncong. Saya refleks bilang ke teman yang duduk di sebelah saya kalau saya suka banget sama playlist si supir. Jarang-jarang ada bus pakai lagu keroncong. Biasanya kan kalau di bus, supir atau kernetnya lebih sering dangdutan icrik-icrik ala pantura *tarikkk massss, aheee….

Bisa Foto Bareng Legenda Keroncong Indonesia, Yeayy...
Bisa Foto Bareng Legenda Keroncong Indonesia, Yeayy…

Nggak kerasa hari sudah makin malam. Keasikan ngobrol sih. Kami harus buru-buru pulang. Mengakhiri obrolan, pastinya saya dan teman-teman nggak lupa untuk foto bareng. Biar ada kenang-kenangan gitu lah.

Dua jam ngobrol bersama Ratu Keroncong Indonesia jadi pengalaman dan kesempatan yang langka bagi saya. Bertemu Ibu Waldjinah menjadi penutup akhir pekan yang manis. Semoga harapan beliau untuk kelestarian musik keroncong di Indonesia bisa terwujud ya. Aminnn. Ayooo, siapa nih yang tertarik menggeluti musik keroncong seperti Ibu Waldjinah?

12 thoughts on “Kesempatan Langka Ngobrol Santai Bareng Ratu Keroncong Indonesia

  1. Wah aku gak punya jiwa seni, jadi penikmat musik keroncong ajalah :p

    Btw, lagu ‘Semesta’ nya alm Chrisye yang duet sama Waldjinah bagus loh. Ku sukak 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *