Corat-Coret

Traveling Cuma Buang Uang? Nggak Juga Kok

Kata siapa traveling cuma buang-buang uang? Iya sih traveling pasti mengeluarkan uang, tapi kalau buat traveling nggak akan sia – sia lah. Tujuh Manfaat ini saya peroleh setelah saya sering traveling. Ada perbedaan yang kerasa banget dari Devidhede yang cupu (uhm nggak juga sih, cuma pendiem aja :p). Yang jelas, pengalaman saya ini beneran sudah terbukti dengan cukup banyaknya perubahan dalam diri.

  1. Traveling Bikin Teman Tambah Banyak

Jelas lah yaa, kalau kemana-mana pasti yang dicari selain wisata adalah memperbanyak teman. Dulu, waktu pertama kali menginjakkan kaki di Kota Semarang, saya sama sekali nggak punya keluarga dan teman di sana. Beneran ngekos sendiri, kuliah, terus pulang. Gitu aja terus sampai 3 bulan. Saya kemudian coba searching komunitas backpacker di Semarang. Nah, ketemulah akun Facebook Backpacker Indonesia Regional Semarang. Saya gabung dan mengikuti komunitasnya, kemudian saya coba camping dengan mereka. Seruuuuu. Sekarang mereka seperti keluarga ke-2 saya di Semarang.

Pengalaman lain, waktu saya pertama kali ke Singapura. Saya memberanikan diri pergi sendiri ke negara orang. Dadakan aja pergi ke sana, dan alhasil nggak langsung nemu tempat untuk tidur. Hostel yang saya datangi sudah full. Saya memutuskan untuk ke Clarke Quay dulu. Di sana saya beristirahat sambil melihat pemandangan sungai yang indah dengan perahu yang melewati sungai, serta gemerlap lampu di tempat itu. Keren.

Lama – lama mati gaya juga sih. Saya mulai bosan dan mengantuk. Saya melihat ke samping kanan kiri saya.  Kebetulan di samping kanan saya ada cewek yang sedang minum minuman berkaleng, duduk sendiri sambil menikmati suasana sungai. Ahaaa…! Waahh, ada orang bisa diajak ngobrol nih. Saya mulai belagak SKSD gitu deh. Saya ajak ngobrol dan tukaran akun Facebook. Lumayan intens juga ngobrol sama dia. Namanya Cin Me Ong. Warga asli Singapura.

Itu bukan pertemuan terakhir dengan Cin Me Ong. Waktu saya ke Singapura untuk kedua kalinya bareng teman kuliah, saya masih bertemu dengan dia. Di sela – sela kesibukannya, Cin Me Ong masih mau menjadi guide kami keliling Singapura. Asik juga kan? Cerita yang hampir sama seperti di Singapura ini juga saya alami ketika traveling ke Makassar.

Wah ternyata seru ya. Gara – gara traveling saya jadi punya teman di tempat yang saya kunjungi. Teman – teman itu ada yang  warga lokal dan ada juga yang sesama pejalan dari daerah / negara lain.

  1. Wawasan Semakin Bertambah

Mengetahui tentang suatu tempat dari baca buku atau artikel di internet memang penting untuk pengetahuan. Tapi saat bisa melihat dan merasakan langsung, rasanya wawasan saya jadi makin banyak. Rasanya asik aja gitu. Saat datang langsung juga saya jadi melihat sendiri hal – hal yang tidak saya temukan di dalam bacaan.

Misalnya saat traveling ke Makassar dan dipandu oleh teman yang asli sana, saya mendapat cukup banyak penjelasan yang tidak saya ketahui sebelumnya. Melihat langsung juga kehidupan masyarakatnya menambah wawasan soal cara hidup dan kebiasaan yang berbeda dari tempat asal saya. Biasanya mendengar langsung cerita dari  penduduk setempat juga pasti lebih seru. Apa lagi cerita horor atau tentang mitos-mitos di daerah yang sedang dikunjungi.

  1. Pede Meningkat

Kalau saat awal kuliah dulu dikit-dikit saya bergantung sama keluarga, setelah traveling, mau nggak mau saya dilatih untuk pede. Gimana  ceritanya kalau kita nggak bisa pede saat berada di daerah yang asing dan kita diharuskan berinteraksi dengan penduduk sekitar? Yang ada malah tersesat dan nggak jadi eksplore daerah itu deh.

Ihh… saya mah ogah kalau udah pergi jauh – jauh tapi cuma diam di penginapan. Berawal dari terpaksa harus pede sampai lama-lama kepedean saat traveling, tanya sana sini, lalu foto-foto sama penduduk sekitar. Hehehe…

  1. Kemandirian Semakin Terasah

Traveling membuat kita lebih mandiri. Mulai dari menentukan destinasi, memperkirakan budget, mempersiapkan perlengkapan traveling, sampai saat traveling saya harus bisa sendiri. Semuanya kan keperluan yang saya pakai. Masa saat traveling minta tolong dibawakan tas ransel ke temen? Atau minta dibayari saat makan? Atau perlengkapan mandi semua mau pinjam? Wah…, nggak bener nih…

Makanya itu, dari kebiasaan traveling ini, mau nggak mau saya dituntut untuk mandiri. Hal ini baik untuk membentuk karakter. Bisa survive di mana saja, bisa berusaha maksimal, bisa menemukan ide-ide baru dan inovatif untuk menjadi orang yang mandiri.

  1. Jadi Orang Yang Kreatif

Kenapa saya bilang jadi orang yang kreatif setelah traveling? Karena saat saya dalam kondisi terdesak, pikiran saya dilatih untuk menemukan jalan keluar saat menghadapi masalah. Hal ini berdampak baik. Tidak boleh gampang menyerah dan jadi ‘dipaksa’ untuk menemukan ide. Semakin otak diasah, semakin banyak pemikiran baru untuk  menyelesaikan masalah tanpa perlu merepotkan orang lain.

  1. Manajemen Waktu dan Keuangan

Traveling kan butuh duit, nah gimana saya pinter-pinternya nabung untuk itu. Selama saya melakukan kegiatan ini, saya sangat meminimalisir kemungkinan untuk merepotkan orangtua. Mau jalan – jalan, ya harus bisa mikir gimana caranya mengumpulkan uang. Saya bekerja paruh waktu di tengah-tengah aktivitas kuliah supaya bisa melihat indahnya Indonesia dan dunia. Kebiasaan ini terbawa sampai sekarang. Apa yang saya inginkan, saya harus persiapkan jauh-jauh hari demi sebuah impian. Semakin besar impian itu, semakin besar usaha yang harus saya lakukan.

Soal waktu juga gitu. Traveling nggak pakai manajemen waktu bisa bikin rencana perjalanan yang sudah disusun jadi berantakan. Kalau sampai kejadian, bisa mempengaruhi soal pengeluaran uang yang juga sudah disusun. Misalnya nih, sudah tau harus sampai di bandara jam berapa, tapi keasikan belanja atau foto – foto, lalu telat sampai di bandara, jelas bakalan ketinggalan pesawat. Nambah uang lagi deh buat beli tiket baru.

  1. Lebih Peka Pada Persoalan Lingkungan dan Berusaha Menularkan Kebiasaan Positif

Saya dulu pernah berpikir kalau orang Indonesia itu susah diatur. Sukanya buang sampah sembarangan. Kadang ya jorok juga.

Tapi setelah beberapa kali traveling ke luar negeri dan bertemu orang – orang Indonesia yang juga sedang traveling atau tinggal di sana, saya mulai punya pikiran lain. Orang – orang Indonesia yang saya pikir tidak bisa diatur itu, saat ada di luar negeri yang ketat banget dengan aturan kebersihannya, semisal seperti Singapura, ternyata bisa kok patuh terhadap aturan. Bisa juga tuh diatur untuk menjaga kebersihan dan nggak jorok.

Jadi sepertinya bukan cuma salah orangnya aja. Mungkin karena peraturan yang dibuat belum ditegakkan dengan ketat aja. Bisa juga karena kebiasaan buruk dilakukan secara berjamaah, jadi kebiasan buruk itu dianggap sebagai hal yang biasa walaupun salah.


Dari situ pola pikir saya jadi berubah. Traveling bukan cuma buat jalan – jalan seru aja, tapi gimana caranya harus lebih peka juga soal lingkungan, dan harus bisa sambil menularkan kebiasaan baik ke orang lain. Saya berusaha untuk menularkan virus positif ke banyak orang. Diri sendiri harus dibiasakan melakukan kebiasaan baik terhadap lingkungan, lalu mengajak orang lain untuk berperilaku baik juga. Saya percaya kalau orang di sekitar kita itu bisa dibenbtuk menjadi baik perilakunya kalau saya bisa memulainya dari diri sendiri dulu. Nggak lucu kan kalau saya koar – koar jangan buang sampah sembarangan tapi sayanya sendiri masih suka buang sampah sembarangan.

Wah, banyak juga ya ternyata manfaat dan pengaruh dari traveling. Masih mikir kalau traveling itu cuma buang – buang uang dan nggak ada manfaat lain selain untuk senang – senang? Nggak juga lah. Kalau kamu yang sudah traveling,  kamu sudah merasakan manfaat yang nomor berapa nih? Atau malah ada merasakan manfaat lainnya?

26 thoughts on “Traveling Cuma Buang Uang? Nggak Juga Kok

    1. Kadang buang duitnya banyak kak kalau destinasinya jauh x.x
      Tapi emang wawasan yang didapat itu keren banget apalagi masih muda udah nikmatin indahnya dunia 😀

  1. Setubuh sama devi, banyak manfaat dari traveling.. Intensitas traveling berbanding lurus dg produktivitas kerja..liat tuh orang yg kurang piknik (nunjuk diri akuh sendiri)???????? pasti kurang asik heheeheeehe..

  2. Gak semua travelling cuma buang2 uang ,mikirin foto2, dan oleh2 aja ya. Ada pengalaman dan ilmu yang positif saat travelling.
    Semangat travelling Devi, tambah destination travelling selanjutnya 😀

  3. Betul bangeett.. kak deev????
    Temen nambah..wawasan luas..
    Nambah koleksi foto jugaa..hihi????
    Gak buang duit juga koook.. bisa nabung jauh2 hari????.. pas uda disana, bener2 puaaaas????????

  4. Setuju banget, apalagi travelling sendirian (bukan traveling jomblo ) akan menambah pengalaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *