Kuliner

Makan Singkat di Kota Solo, Yummy !!!

Salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di wilayah Jawa Tengah adalah Kota Solo. Tahun lalu, tanpa ada rencana sebelumnya, saya dadakan berkunjung ke kota yang terkenal dengan branding ‘Spirit of Java‘ ini. Selain batik dan unsur budayanya yang kental, ragam kuliner khas yang ditawarkan oleh Kota Solo pun ikut menjadi ‘magnet’ yang cukup kuat menarik minat wisatawan, termasuk saya. Berburu kuliner akhirnya masuk menjadi agenda wajib saya selama berada di Kota Solo, hehee..

Malam pertama di Kota Solo, saya mencicipi beberapa menu kuliner khas Kota Solo di Galabo (Gladak Langen Bogan). Galabo merupakan pusat kuliner yang berada di sebelah timur bundaran Gladak, tidak jauh dari Pusat Grosir Solo (PSG) dan BTC. Tempat ini hanya buka pada malam hari. Pengunjung bisa menemukan beragam kuliner khas Kota Solo di Galabo, misalnya seperti sate buntel, cabuk rambak, atau nasi liwet.

Sate Buntel

Sate buntel terbuat dari daging kambing yang dicincang halus, dicampur dengan bumbu rempah-rempah, lalu dikepal membentuk buntelan. Rasanya manis pedas. Satu porsi sate buntel berisi 2 tusuk seharga Rp 22.500,- .

Cabuk Rambak

Namanya agak aneh ya? Hehe. Panganan yang satu ini konon sudah mulai langka di Solo. Cabuk rambak dibuat dari ketupat yang diiris tipis-tipis, lalu disiram dengan saus wijen (cabuk) dan ditambah dengan beberapa potong karak/rambak. Nggak heran makanya diberi nama cabuk rambak. Makanan ini biasanya disajikan tidak dalam piring, namun dengan wadah dari daun pisang (pincuk). Untuk menikmati cabuk rambak, saya tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, cukup Rp 4000,- saja.

Nasi Liwet

Nah, makanan yang satu ini juga tidak kalah terkenal sebagai kuliner khas Kota Solo. Nasi yang digunakan adalah nasi gurih, dilengkapi dengan suwiran ayam, sayur labu siam, dan areh (semacam bubur yang terbuat dari kelapa). Biasanya tersedia juga pilihan telor dan ayam yang dapat dipilih sebagai pelengkap. Kali ini, saya memilih sayap ayam sebagai tambahan menu nasi liwet yang saya pesan, yummyy… Satu porsi nasi liwet ditambah sayap hanya Rp 10.000,-.

Karena hujan mulai turun, walaupun belum puas menikmati makan malam di Galabo, mau tidak mau saya beranjak pindah lebih cepat menuju Cafe 3 Tjeret di bilangan Jalan Ronggowarsito. Cafe ini cukup terkenal di Kota Solo dan selalu ramai pengunjung. Tempatnya cukup nyaman untuk dijadikan tempat nongkrong, ditambah interiornya yang didesain menarik. Yang paling menarik perhatian saya adalah bentuk wastafel dan meja. Wastafel didesain unik dengan bentuk ceret dengan wadah air seperti ember kecil. Sementara itu, meja untuk pengunjung dibuat dari bekas mesin jahit, hahaa…sungguh unik.

Cafe yang mengusung tema ‘wedangan’ modern ini menyajikan menu-menu khas wedangan, misalnya nasi kucing, tahu bacem, mendoan, pepes telor asin, serta tidak ketinggalan beragam menu sate. Pilihan saya jatuh pada nasi teri angkringan, ketan bubuk, sate keong, sate usus, dan pisang goreng. Untuk minuman, saya mencoba menu andalan dari cafe ini, yaitu Wedang 3 Tjeret Mug. Wedang 3 tjeret merupakan seduhan kencur, jeruk, dan jahe yang dicampur dengan gula. Irisan-irisan jahe, jeruk, dan campuran lainnya dibiarkan ikut berada di dalam gelas minuman (tidak disaring). Jadi agak susah minumnya, hehee. Untuk menu yang saya pesan, saya membayar cukup murah, hanya Rp 26.000,-.

Beberapa menu kuliner khas Kota Solo yang sempat saya coba di Galabo dan Cafe 3 Tjeret, masih terbilang sedikit. Sebenarnya masih banyak tujuan wisata kuliner lainnya yang wajib dicoba. Letusan Gunung Kelud tepat malam itu setelah saya kembali ke hotel, tak disangka berdampak juga hingga ke Kota Solo. Akhirnya saya terpaksa meninggalkan Kota Solo lebih cepat, sehingga masih banyak kuliner khas lainnya yang belum sempat saya ‘buru’. Maybe next time… 😀

2 thoughts on “Makan Singkat di Kota Solo, Yummy !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *